Berikut adalah cakupan area kerja yang dilakukan untuk survei batimetri dan kadastral kelautan.
Hasil pengolahan data pemeruman (sounding) menggunakan instrumen Singlebeam Echosounder. Peta ini menyajikan visualisasi topografi bawah laut beserta kontur kedalaman (isobath).
Hasil pemotretan udara (ortofoto) area pesisir menggunakan drone pemetaan. Menampilkan citra tegak dengan resolusi spasial tinggi untuk deteksi detail fisik wilayah kerja.
Representasi garis-garis kontur ketinggian daratan (topografi) dan kedalaman laut (batimetri) untuk memetakan morfologi area kerja secara komprehensif.
Peta lokasi sebaran Ground Control Point (GCP) sebagai titik ikat ortorektifikasi citra drone dan Independent Control Point (ICP) untuk uji akurasi posisi horizontal/vertikal.
Peta batas bidang kepemipikan tanah/hak pemanfaatan ruang (kadaster) baik di wilayah pesisir darat maupun batas pemanfaatan ruang laut perairan.
Peta detail situasi yang menyajikan data elevasi ketinggian, sebaran objek alam, bangunan buatan manusia, serta penampang melintang wilayah pesisir.
Representasi dua dimensi (2D) dari peta situasi tata ruang perairan dan pemukiman pesisir Tanjung Riau untuk memetakan objek secara planimetris.
Model visualisasi 3D (Tiga Dimensi) interaktif dari elevasi daratan dan topografi laut untuk analisis elevasi permukaan air, kemiringan lereng dasar laut, dsb.
Peta citra akustik dasar laut hasil perekaman Side Scan Sonar untuk memetakan jenis sedimen dasar laut, mendeteksi pipa bawah laut, atau puing karam kapal.
Peta batas wilayah delineasi kerja untuk survei kadaster kelautan Kelompok 3. Peta ini mendefinisikan batas-batas pengelolaan ruang laut perairan Tanjung Riau.